Ngopi Plano : Menggali cara berfikir kritis mahasiswa terhadap isu-isu spasial melalui forum diskusi umum #seduhanpertama tentang isu persampahan di Kota Cirebon

Ngopi Plano : Menggali cara berfikir kritis mahasiswa terhadap isu-isu spasial melalui forum diskusi umum #seduhanpertama tentang isu persampahan di Kota Cirebon

12/06/2026

Perencanaan Wilayah dan Kota

Kamis, 4 Juni 2026

"Spatial sensing" merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang perencana tata ruang  agar mampu membaca fenomena ruang yang dinamis dan kompleks. Spatial sensing bukan hanya terbatas pada memahami ruang pada konteks identitas geografis dan kelokasian, tetapi bagaimana fenomena-fenomena di dalamnya saling terhubung dan menghasilkan konsekuensi terhadap aspek-aspek spasial maupun non spasial.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kepekaan mahasiswa terhadap isu-isu tata ruang, PWK UGJ bersama HIMAPWK berkolaborasi untuk melaksanakan acara Kamisan bertajuk "NGOPI" (Ngobrol Pikiran Kritis Planologi). Acara ini dirintis sebagai forum diskusi terbuka yang akan diisi oleh materi-materi terkait pengalaman profesional di bidang tata ruang. Pada seduhan pertama ngopi kali ini diisi oleh Bapak Mohd. Abi Rafdi selaku Dosen Prodi PWK UGJ sekaligus praktisi di bidang mitigasi kebencanaan dan perubahan iklim. Topik diskusi ini diisi dengan sharing session pengalaman beliau ketika terlibat dalam pekerjaan spatial mapping infrastruktur persampahan di Kota Cirebon. Mahasiswa sangat antusias dalam menanggapi isu dan membedah konsep penanggulangan sampah perkotaan.

Pada kegiatan ini Pak Abi didampingi oleh Rochmat Hadi  selaku asisten dan Muhammad Afriza selaku surveyor, dimana keduanya merupakan alumni dan mahasiswa aktif PWK UGJ. Pengalaman lapangan yang dibagikan oleh Hadi dan Afriza memberikan wawasan terkait fenomena lapangan dalam penanganan sampah yang mengundang antusiasme peserta diskusi.


Diskusi Ngopi Plano berlangsung hangat hingga ditutup di pukul 18.00. Acara "NGOPI" kali ini merupakan pilot project yang akan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan lainnya setiap 2-3 pekan di hari kamis. Deretan pemateri berpengalaman dari NGO, pusat riset luar negeri, konsultan multinasional, akademisi, dll telah siap menunggu jadwal menyeduh kopi di hari kamis. Semoga kegiatan ini terus berlanjut untuk semakin mendekatkan mahasiswa pada realitas perencanaan di lapangan baik dalam lingkup lokal, regional, nasional, maupun internasional.


Oleh:
@arnsmericano