Kolaborasi Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian Dorong Digitalisasi Sistem Hidroponik di Cirebon

Kolaborasi Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian Dorong Digitalisasi Sistem Hidroponik di Cirebon

17/09/2025

Teknik Elektro

CIREBON – Inovasi pertanian modern berbasis teknologi kembali lahir dari kolaborasi lintas fakultas di Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ). Fakultas Teknik bersama Fakultas Pertanian UGJ berhasil mengembangkan DIGROPONIK (Digitalisasi Sistem Hidroponik Terintegrasi) yang resmi diterapkan di Elcomar Hydroponics Farm, Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Sistem ini dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi dan efektivitas dalam budidaya hidroponik. Melalui monitoring digital berbasis sensor, DIGROPONIK mampu mengukur dan menampilkan secara real-time data penting seperti pH air, kadar nutrisi (PPM), suhu air, dan suhu ruang. Selain itu, terdapat fitur pengaturan set point dan kontrol pompa otomatis yang memungkinkan petani mengatur keseimbangan nutrisi dan kestabilan kualitas air dengan lebih mudah.

Dekan Fakultas Teknik UGJ, Dr. Nurullah Budisiswanto, S.T., M.T menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bukti nyata penerapan ilmu keteknikan dalam mendukung sektor pertanian. “Dengan adanya sistem digital ini, petani hidroponik dapat melakukan pemantauan lebih akurat, efisien, serta mengurangi risiko gagal panen akibat ketidakseimbangan nutrisi,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UGJ, Dr. H. Dwi Purnomo, S.TP., M.Si, , menegaskan bahwa sinergi antara teknologi dan pertanian menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian modern yang berkelanjutan. “Hidroponik berbasis digitalisasi seperti DIGROPONIK dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” jelasnya.

Pemilik Elcomar Hydroponics Farm, Asep, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran sistem baru ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya DIGROPONIK. Proses pengelolaan tanaman menjadi lebih mudah, efisien, dan hasilnya tentu lebih maksimal,” ungkapnya.

Kegiatan pengembangan sistem ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikti) melalui pendanaan hibah BIMA, sebagai bagian dari upaya mendorong riset terapan dan pengabdian masyarakat berbasis inovasi teknologi. 

Dengan terobosan ini, UGJ melalui Fakultas Teknik dan Pertanian berharap dapat memperluas penerapan digitalisasi pertanian, khususnya hidroponik, tidak hanya di Cirebon tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.